Connect with us
no

Alor

Divonis Sebar Kebencian tentang Yesus, Lamboan: Hukum Tajam ke Bawah

Published

on

Alor – Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara kepada Lamboan Djahamao karena dinilai menyebarkan kebencian. Lamboan, yang juga penganut Protestan, merasa janggal akan putusan itu karena ia mempertanyakan keyakinan yang dianutnya, yaitu kelahiran Yesus pada 25 Desember.

“Penegakan hukum di Kabupaten Alor hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” kata Lamboan saat berbincang dengan detikcom, Minggu (10/11/2019).

Kesimpulan Lamboan bukannya tanpa bukti. Ia mencontohkan pengalamannya saat melaporkan kasus serupa yang dilakukan pejabat Alor tapi hingga kini tidak ada kelanjutannya. Adapun yang dialaminya berbeda. Laporan atas dirinya dengan sigap diproses oleh aparat.

“Kami aktivis dan masyarakat biasa, prosesnya sangat cepat,” tuturnya.

Lamboan melaporkan hal serupa itu ke Polres Alor. Pejabat tesebut diduga mengatakan orang Islam bisa makan babi kalau dalam situasi perang dan tertulis di kitab suci Alquran. Pejabat itu juga diduga melarang istri pejabat lainnya untuk tidak berkerudung kalau sedang di lapangan.

Hal itu mengundang reaksi puluhan pemuda setempat. Pada Kamis, 12 April 2018, masyarakat resmi melaporkan pejabat itu ke Polres Alor.

“Mereka sudah melapor di sertai telah menyerahkan bukti rekaman pidatonya. Dalam rekaman itu melukai hati kami umat muslim dan Kristen,” ucap salah satu pelapor, Hasan Djaku dan Safrudin Tonu.

Laporan tersebut tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STTLP/103/IV/2018/NTT/Polres Alor tertanggal 12 April 2018. Laporan ini belum ditindaklanjuti Penyidik Reskrim Polres Alor hingga hari ini.

“Etika moralitas, penegakan hukum harus dijunjung tinggi bersama. Jangan hanya tajam kepada kami masyarakat tapi tumpul terhadap pejabat,” papar Lamboan.

“Pembangunan manusia Alor, mutlak akan tidak berjalan baik, jika ada ketimpangan penegakan hukum. Apalagi para penegak hukum dengan sengaja membiarkan seorang pejabat melakukan tindak pidana,” pungkas Lambohan.

Sebagaimana diketahui, di tingkat pertama, Lamboan dihukum 6 bulan penjara. Hukuman itu dinaikkan menjadi 18 bulan penjara di tingkat banding. Di tingkat kasasi, hukuman itu kembali dikurangi menjadi 6 bulan penjara. Lamboan dinilai melanggar Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika. Pasal itu berbunyi:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
(asp/rvk)

Sumber: Detik

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alor

Putra Alor Irjen Johanis Asadoma Ditunjuk Jadi Kapolda NTT

Published

on

By

Putra Alor Irjen Johanis Asadoma Ditunjuk Jadi Kapolda NTT

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram (ST) berisi sejumlah rotasi jabatan di lingkungan Polri. Salah satunya penunjukan Irjen Johannis Asadoma yang sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Hubinter Polri diangkat sebagai Kapolda NTT, menggantikan Irjen Setyo Budiyanto.

Sebagaimana Teropongalor.com mengutip dari akun FB Laa Adipapa.

Surat Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nomor : ST/2224/X/KEP/2022, tertanggal 14 Oktober 2022 yang mana tertuang dalam poin delapan: Irjen Pol Drs. Johanis Asadoma, M.Hum. NRP 66010508 Kadivhubinter Polri Diangkat dlm jaabatan baru sebagai Kapolda NTT TTK.

Surat telegram yang tertanggal 14 Oktober 2022 pada poin tujuh juga menyebut Kapolda NTT Irjen Setyo Budiyanto diangkat sebagai Kapolda Sulawesi Utara.

Sumber berita: https://radamuhu.com/2022/10/14/putra-alor-irjen-johanis-asadoma-ditunjuk-jadi-kapolda-ntt/

Continue Reading

Alor

FLOBAMORA dan Pemkab Lutim Bantu NTT

Published

on

By


25 November 2021


Oleh: Parangsula
Editor: Dera Liar Alam
Foto-foto: ‘Terima Kasih Bupati Luwu Timur’ – dari halaman Lomboan atas izin ybs.


Malam hitam, badai mengamuk, korban hanyut, mati, hilang. Lembata diterjang banjir bandang, desa-desa dilalui materi dari Gunung Lewotolo. Tenggelam rumah, jembatan penghubung Flores – Adonara putus, jembatan penghubung Kupang – Malaka, juga hancur.

Drs. Amon Djobo, Bupati Alor, mengapresiasi dan berterimakasih kepada Pemkab Luwu Timur (Lutim) dan Paguyuban FLOBAMORA bersama rombongan, yang telah memberi bantuan kemanusiaan atas bencana Seroja 2021.


TEROPONGALOR.COM BERKENDARA dari Mangkutana, Luwu Timur, sekeluarga Lomboan Djahamou lewati daerah bencana di Palopo, menuju Makassar, lalu terbang ke Kupang, lanjut ke Alor. Hari ini, Kamis, 25 November 2021, sebagaimana disampaikan, “Tanggung jawab bantuan kemanusiaan FLOBAMORA di NTT telah tersalurkan,” demikian petikan pernyataan, Ldj X-napi, nama beken Lomboan.

Sebagaimana pemberitaan di sejumlah media, Paguyuban FLOBAMORA di Luwu Timur bersama Pemerintah Luwu Timur telah memberi bantuan kepada warga NTT di Alor, Adonara, Lembata, dan Kupang yang terdampak Siklon Seroja, April 2021 silam.

Sabtu, 20 November 2021, bantuan untuk Alor diserahkan Nusawati Muler, atas nama Pemkab Luwu Timur, didampingi Petrus Muat, Ketua Paguyuban Flobamora, dan Lomboan Djahamou, Sekretaris Paguyuban Flobamora. Rombongan dan bantuan diterima di Rujab Bupati Alor, oleh Drs. Amon Djobo, Bupati Alor.

Petrus Muat menyampaikan yang mana Pemkab Luwu Timur dan Paguyuban FLOBAMORA turut prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat terdampak siklon Seroja di NTT. “Mohon maaf, bantuan ini agak terlambat karena kesibukan kami dan pemerintah, terutama kendala pandemi Covid-19. Memberi dari kekurangan kami, ini wujud cinta kasih kami kepada semua warga di tanah kelahiran kami,” urai Petrus Muat. Dia menyebut bahwa masyarakat NTT di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, karena bancana Seroja telah menggalang bantuan dari sejumlah pihak, dalam hal ini lewat pemerintah Luwu Timur, berikutnya dari perusahaan pertambangan PT. Citra Lumpia Mandiri. Total bantuan senilai Rp. 130 juta.

Obat-obatan, air minum, dan sejumlah paket bantuan sementara disalurkan pada masyarakat tertampak bencana di NTT.

Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, saat konferensi pers, 05 April 2021, menyampaikan duka citanya atas nama masyarakat Indonesia. Presiden mengimbau institusi pemerintah untuk membantu memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan siklon Seroja.

Ketika bencana mengganas, sejumlah media internasional memberitakan, euronews, sicnoticias.pt, menyebut perkiraan jumlah korban dan akibat bencana. Disampaikan berapa sekolah di perbatasan Indonesia – Timor Leste dievakuasi prajurit TNI sebelum roboh. Polisi di Kefamenanu, dibantu TNI, mengevakuasi sebagian besar penduduk kota akibat banjir di daerah tersebut.

Mengutip Sky News, siklon Seroja merupakan bencana paling merusak yang pernah dialami negara itu selama 40 tahun terakhir. Seperti dituturkan Taur Matan Ruak, Perdana Menteri Timor Leste. (*)

Continue Reading

Alor

Twilight Kampung Seberang

Published

on

By


2020


Oleh: Parangsula


ANAK-ANAK kampung seberang menendang debu, bola emas menggilas tubuh mereka di pematang.

Di sini, berulang-ulang mantera ditambang ditebang ditembangkan: cincin, giwang, kalung, dan gelang, orang-orang di rimba hilang. Teori bimbang, impor keyakinan sebilah sangkur berperang bulan sabit menghunus tandus.

Musim kemarau yang panjang menekur batang-batang jagung, cabe, ubi, pisang, siapa mengenang gerimis. Air menggenang, di sana di Maumere, di Flores, di Sumba, di Timor, di Alor, di Pantar, di Lapan, di Lembata, di Rote, di Sabu Raijua, di Adonara, di Solor, di Ende, di Komodo, di Palue, di ribu nusa lainnya.

Masih ingat nyanyimu, Atoni, Manggarai, Sumba, Solor, Ngada, Timor Leste, Rote, Lio, Alor, Sawu…

Dan di semacam rasa – merindu pulang, kita bersua kekasih dari abad lampau membibirkan dewi dewa haus lapar politik doa panjang-panjang jadi pedang jadi ruang jadi uang jadi perang janji hutang janji usang…

Senja tenggelam, kampung seberang…

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 TeropongAlor.com