Connect with us
no

Susastra

Hey Key

Published

on

22 Februari 2021


Penulis di Alam Maya:
Kirana Kejora
Eagle Fly Free


PADA SAATNYA
KITA MEMANG
MESTI SENDIRI


ARJUNA Dewangga, single dad bagi Rajendra Mada Prawira, anak yang tak pernah mengenal siapa ibunya sejak ia hadir ke dunia. “Jadilah anak yang jujur dan gentle,” demikian pesan Arjuna pada Mada.

Sikap ayah menyayangi tanpa akhir sering tersembunyi dan terlupakan. Cinta, tak semata alasan. Cinta adalah azas yang mengental dalam diri Arjuna Dewangga di balik perlakuan tegasnya pada Rajendra Mada Prawira.


Oleh: D.L.A.


Kutipan dua bait, saya rangkum dari “Ayah Mencintai Tanpa Akhir” (AMTA), novel humanis karya Kirana Kejora. Key, begitu aku memanggilnya, penulis asal Sidoarjo, tinggal di Jakarta.  Walau saya tak ingin membincangnya lebih dalam di sini prihal AMTA, oleh beberapa media menyebut AMTA sebagai sisi maskulin “Key” —

Key lebih menderas di media online. Lebih sepuluh fanspage ia hadirkan untuk mendukung tiap novelnya. Dan AMTA, satu dari tujubelas karya humanisnya, setelah sebelumnya ada Selingkuh, Perempuan dan Daun, Elang, Bintang Anak Tuhan, Air Mata Terakhir Bunda. Itu yang sempat saya dapat dari Key saat intens bertemu di Jakarta medio 2010 – 2011.

Hey Key, masih setia pada pilihanmu? “Jalani sepenuh hati,” demikian keputusanmu. Terus menulis dan terus menelurkan “baru”.

Setialah pada pilihan…
Terima kasih pembaca setia….

‘Air Mata Terakhir Bunda’ yang telah jadi film setelah cetak ulang keenam by Hifest Publising, dan akan tayang di seluruh cinemas 21 medio Desember 2013. Pemain: Vino G Bastian, Happy Salma, Rizky Hanggono, Marsha Timothy, Ilman dan Reza (pemain utama cilik dari Sidoarjo), Tabah Penemuan, Mamiek Srimulat, dll.

Jangan pernah menjual kesedihan untuk masa depan. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Susastra

Dari Rahim Bunda Tanah Melayu

Published

on

By


12 Januari 2022


Oleh: Jamal Rahman
Penulis adalah Penulis – Sastrawan Indonesia


Tetaplah mendayung dengan legukmu sendiri
Sebab Kulek dan Jungkong
Kan kehilangan pelabuhan
Tanpa buih-buih kecil di tanganmu
Biar suaramu tak segaduh ombak
Teriakanmu tak setajam lengking camar

Dari rahim bunda Tanah Melayu ini
Larungkanlah biduk penuh sunyi
Agar dayung dan peluh ikhlas bersemi
Karena badai gelombang adalah kenduri

Biarkan merdeka jiwa
Tepiskan kungkung kuasa
Tapi jangan kelahi tak tentu pasal
Kelak waktu menjadi muara
Menjelmalah musim teduh dari dalam doa


Natuna, 05 Mei 2017


Continue Reading

Daerah

Menggambar Wajahmu dengan Debu

Published

on

By


10 Januari 2022


Oleh: Arman Yuli Prasetya
Editor: Dera Liar Alam


Aku mengingatnya kembali, saat hujan ingin membangunkan dirimu, angin membuatmu tertidur, hujan itu, hanya dalam mimpiku, saat ini. Aku melihatmu pada daun-daun kering yang jatuh, waktu telah luluh, dan seberkas cahaya pagi yang aku simpan dalam sudut mataku.

Mungkin kau bisa mengenangnya, bila ingatanmu bukan lagi utuh tentang diriku, pesanmu. Pohon akasia yang kau pilih dengan paku, meninggalkan rindu, kau kerat pohon itu, menjadikannya perlambang perasaanmu. Dua burung gelatik mengintip dari ujung dahan, dan terbang dalam lamunan.

Dengan mengenangmu, kau temukan diriku sesuatu yang tak ingin kuberi arti, serupa pecahan waktu yang menyelinap pada ruas-ruas tubuhku, dan jalan angin yang lain menggambar wajahmu dengan debu, dingin, seperti awan kelabu yang ingin membuat langit biru, dibasuhnya debu itu dalam ragu. Disimpannya cahaya yang tak perlu.

Seperti dua arah yang bertemu, melewati batas perjalanan, tentang nilai yang rentan, kegamangan waktu juga ketentuan yang akan patah, akan tiba yang tidak pernah aku tunggu, hilang apa yang kucari, serta tujuan yang aku biarkan tanpa tuju, setelah itu biarlah aku tak pernah memilih apa-apa biar perlambang itu, aku baca dengan gumaman, yang menjadi tanda tanya untukmu. (*)

Continue Reading

Susastra

Sajak Sembilan Kata

Published

on

By


14 Desember 2018


Oleh: Dera Liar Alam
Gambar: Twilight Bira, South Sulawesi


I point to the cloud,
bouncing off your blue


Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 TeropongAlor.com