Connect with us
no

Alor

Ldj Xnapi Jawab ‘Panggilan Hukum’

Published

on

01 Maret 2021


Liputan: Gerson Blegur
Biro Pantar


Kalabahi — teropongalor.comPAGI ini, Senin, 01 Maret 2021, Lomboan Djahamou bergegas ke Polres Alor, Nusa Tenggara Timur. Kahadiran Ldj Xnapi, nama beken Lomboan Djahamou, untuk membantah tudingan yang menyebut dirinya melakukan ‘pencemaran nama’ terhadap Enny Anggrek, SH, Ketua DPRD Alor. “Saya — dalam livestreaming 07 Mei 2020 dan 19 Mei 2020 — menyebutkan fakta-fakta yang saya ketahui tentang Ketua DPRD Alor. Koq bisa menyebut fakta-fakta dianggap mencemarkan nama? Ini yang akan saya pertanyakan,” kata Ldj Xnapi.

Sebagaimana diketahui, Minggu, 28 Februari 2021, turun dari tangga pesawat di Mali, Ldj Xnapi langsung menggelar konferensi pers di Resto Mama, Kalabahi. Di hadapan sejumlah awak media, Ldj Xnapi menyatakan akan bertanggungjawab atas perkara hukum yang disangkakan pada dirinya. “Kalau saya salah, saya akan bertanggungjawab. Namun, patut diduga pihak kepolisian melakukan ‘tebang-pilih perkara’ di Alor. Padahal, saya sudah lebih dulu melaporkan soal-soal hukum terkait ketua DPRD,” ujar aktivis yang kritis menyorot kinerja legislatif dan eksekutif itu.

Sejumlah soal dibeber ketika konferensi pers, kemarin. Lomboan Djahamou mempertanyakan surat DPO yang diduga dibagikan seseorang untuk merintangi dirinya dalam membeber sejumlah kasus yang terjadi di kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. “Saya tidak menghilang, dan selalu hadir. Kenapa bisa saya di-DPO-kan. Ada apa ini? Jangan sampai ada regulasi yang menghalangi dan menakut-nakuti aktivis untuk kritis terhadapa kinerja kekuasaan.”

Tentang Undang-Undang ITE

Dalam kesempatan terpisah, Lomboan Djahamou mengritisi pasal-pasal karet yang sering digunakan kekuasaan – yang mana pasal-pasal itu bertentangan dengan UUD 1945 tentang kebebasan berpendapat. “Kepala negara sendiri yang bilang, yang mana kalau Undang-Undang ITE tidak bisa memberi rasa keadilan, maka kepala negara akan minta kepada DPR untuk bersama-sama merevisi undang-undang itu, utamanya menghapus pasal-pasal karet yang penafsirannya bisa berbeda-beda, yang mudah diinterpretasikan secara sepihak,” seperti itu Djahamou mengutip pernyataan kepala negara, 15 Februari 2021, dalam pemberitaan di detik.com.

Pihak kepolisian negara, sebagaimana yang sudah diberitakan secara nasional, telah membuat surat edaran bernomor: SE/2/11/2021 tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan Produktif — salah satunya meminta penyidik polisi mengedepankan restorative justice dalam penyelesaian perkara. Surat edaran tentang penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) itu dikeluarkan dan ditandatangani 19 Februari 2021 oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


Lomboan Djahamou sudah menyambangi Polres Alor, memenuhi panggilan penyidik. Dia menyebut, bahwa apapun resiko hukum, akan dia hadapi. “Masuk bui berulang kali-pun saya ikhlas dan siap, demi harga diri-martabat yang membedakan saya sebagai anak negeri dengan mereka yang hanya datang menumpang,” tegas Djahamou. (*)


Editor: D.L.A.


Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alor

Senyum Takpala

Published

on

By


26 September 2021


Oleh: Dera Liar Alam


DUDUK di Liktaha, kami berdiskusi mezbah di Takpala, 11 Maret 2021. Kalung, gelang, cincin, ada di rak pajangan dari kayu, di batu. Anak-anak bermain, menunggu pendatang, senyum mereka rela. (*)

Continue Reading

Alor

Kepa: La P’tite

Published

on

By


11 September 2021


Oleh: Dera Liar Alam


NUHAKEPA

Ada tiga nelayan, duduk di tepi, menanti tumpangan. Mereka membawa galon air, ubi dalam karung, tas anyaman, dayung, sirih, pinang, tembakau.

Hari siang, terang-benderang. Kami membincang La P’tite.

Beta, menera sajak: cinta jauh di seberang.

#Trip #1607 #AlorBaratLaut

Continue Reading

Alor

Surga di Marica

Published

on

By


27 Agustus 2021


Oleh: Dera Liar Alam


DI SURGA ada sisi gelap kelam mesum yang selalu disembunyikan juru kabar kerajaannya…
Di sini, surga kita sederhana: mendung, pulau-pulau, rimba, angin badai, gelombang menderas, gemericik air, langit biru, dan senyum kakumu yang bikin rindu, selalu…


Marica ada di Kecamatan Pantar Barat Laut. Sebagaimana data dari alorkab.go.id terletak di pesisir sebelah Barat Laut Pulau Pantar, kabuparen Alor, Nusa Tenggara Timur.

Kondisi geografis dengan letak yang umumnya berada di sepanjang pesisir, area berbukit terjal, dan agak curam. Curah hujan relatif sangat rendah dan tidak merata tiap tahun. Musim penghujan relatif pendek bila dibanding musim kemarau.

Berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional, luas wilayah Pantar Barat Laut  adalah 150,13 km². Desa Kalondama Barat merupakan area terluas di sana, dengan cakupan luas 45,53 km² atau 30,33% dari luas kecamatan. Pulau Kangge, Pulau Rusa, Pulau Kambing, dan berapa pulau kecil lain, adalah bagian dari Pantar Barat Laut.

Sebagian penduduk bermata pencaharian di sektor pertanian dan nelayan. Secara administratif, Pantar Barat Laut mempunyai wilayah adminitratif yang terdiri dari tujuh desa, ada empat belas dusun, dua puluh delapan Rukun Wilayah (RW), lima puluh enam Rukun Tetangga (RT). Di sana ada Sembilan ratus sembilan puluh enam rumah tangga, dengan jumlah penduduk sebanyak 4.599 orang. Kepadatan penduduk tiga puluh satu orang per km². (*)


Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 TeropongAlor.com