Estorie

Patung Jenderal Sudirman di Maritaing

Published

on


10 November 2021


Oleh: Dera Liar Alam


DIA adalah guru, kepala sekolah, kemudian pada 1944 bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air, menjabat komandan batalion di Banyumas. Bersama sesama prajurit dia memberontak, dan ditahan di Bogor.

Siapa tak kenal Jenderal Soedirman? EYD Sudirman. Medio, 12 November 1945, dalam pemilihan untuk menentukan panglima besar Tentara Keamanan Rakyat di Yogyakarta, dia terpilih menjadi panglima besar. Bergerilya, markasnya di Gunung Lawu, dari situ dia mengomandoi kegiatan militer di Pulau Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

Patung Jenderal Sudirman ada di batas RI-RDTL, kukuhkan kedaulatan negeri: monumen ini adalah yang kedua, satunya dibangun di Pulau Ndana, Kabupaten Rote Ndao, berbatasan dengan Australia. (*)

Click to comment

Trending

Copyright © 2019 TeropongAlor.com

Exit mobile version