Connect with us
no

Alor

Sajak Fiksi Pribumi

Published

on

23 September 2020


Oleh: Dera Liar Alam


GENANGAN sunyi gens à chapeau, babad pucat rerumput permai ratusan tahun silam pedagang Yahudi Portugis mengincar aroma cendana di sana. Bercampur logat Lamaholot, Pantar, Hindi, Tamil: topaz tuppasi topass, tiga kata yang ditera terakhir itu kiranya bermakna sama.


Sebagaimana disebut sumber berikut ini, History of Timor – Technische Universität Lissabon, dan Hans Hägerdal: Rebellions or factionalism? Timorese forms of resistance in an early colonial context, 1650-1769, bahwa, Topaz, atau Tuppasi, atau Topass, orang Topas disebut Portugis Hitam atau Bidau. Mereka itu terutama keturunan campuran prajurit, pelaut, dan pedagang Portugis dengan perempuan India dan Melayu. Seiring waktu, istilah ini digunakan untuk menyebut sejumlah penduduk blasteran.

Kemudian, istilah orang Topas hanya digunakan Portugis untuk menyebut Larantuqueiros, penduduk campuran Katolik dari Flores Timur. Di sana, orang Topas dalam satu generasi mencoba membentuk sebuah kerajaan kecil merdeka, yang hingga abad sembilan belas hanyalah bawahan Portugis secara nominal.

Sumber-sumber Belanda menggunakan istilah Topas untuk penduduk blasteran dan juga penduduk asli yang sama-sama memeluk agama Kristen dan menjalani gaya hidup ala Eropa.

Istilah Topas diduga berasal dari kata Melayu topashe maupun berasal dari kata Hindi dobashi. Ada juga penjelasan lain menyebut, istilah ini berasal dari kata topi. Topas berarti Gente de Chapeo, dalam bahasa Portugis berarti ‘orang (ber)topi’. Seperti itu dicatat James J. Fox dalam The Paradox of Powerlessness: Timor in Historical Perspective.


Suatu ketika, Vereenigde Oostindische Compagnie, yakni perusahaan yang disewa untuk berdagang dengan Mughal India, mendesak Portugis pindah ke Larantuka.

Siapa dan apa itu Mughal India? Mereka itu Gūrkāniyān, kerajaan modern yang kuasai sebagian besar Asia Selatan antara abad enambelas dan sembilanbelas. Kuasa kekaisaran itu membentang dari tepi luar cekungan Indus di barat, Afghanistan Utara di barat laut, dan Kashmir di utara, hingga dataran tinggi Assam dan Bangladesh yang sekarang di timur, dan dataran tinggi dataran tinggi Deccan di India Selatan.

Sedari 1767, manakala Portugis menjejak eksklave Oecussi-Ambeno, lalu menetap di Lifau, Timor, hingga hari ini, ada dua ratus lima puluh tiga tahun waktu berjalan. Musim kering tetap panjang di sana. Anak-anak negeri terikat adat kebiasaan, walau batas-batas sudah dipatok kepentingan sistem dan kuasa. Hanya cerita tutur, kadang sedih bila diulang. Atau mungkin jadi misteri dari tatap nanar dan kadang kosong anak-anak turunan yang jadi jelata hari ini.


Nun di sana, di dunia yang lain, di ketika yang berbeda. Hari ini ribuan tahun silam. Kelahiran berulang-ulang dari tafsir penanggalan yang jadi konsensus. Ingatan untuk dilupa, 23 September 480 Sebelum Masehi, Euripides lahir. Dia, salah satu dari tiga penulis drama tragedi terbaik di Athena klasik, dua yang lainnya adalah Aiskhilos dan Sofokles.

Para sejarawan kuno berpendapat bahwa Euripides menulis sembilan puluh lima drama, meskipun empat di antaranya mungkin ditulis Kritias. Delapan belas atau sembilan belas drama Euripides tetap ada sampai sekarang. Drama karya Euripides yang masih bertahan jumlahnya lebih banyak daripada karya Aiskhilos dan Sofokles digabungan, karena keunikan manuskripnya.

Sekarang, anak-anak negeri di sini menera sendiri dramanya. Suka dikabarkan portal-portal berita, tentang siapa berkuasa siapa berpesta. Tragedi masih seputar tanah dan rakyat yang sering kisahnya sayup-sayup menghilang bergelimang perkara. Namun, dari sana mereka akan belajar, mereka berfoto, mereka merekam setiap kenang yang akan jadi usang, atau, nanti waktu mengajari mereka untuk bebas menikmati tanah leluhur bersama sesama manusia dan segala makhluk, di semesta alam ini.

***

DI SINI, kita meletak sajak dan jejak pada kemarau semusim yang berulang di zaman silam, berulang di masa datang. Lalu sore tiba, meretak petak-petak ilusi. Membungkam fiksi pribumi yang dikutukkan perompak-perompak bumi. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alor

Putra Alor Irjen Johanis Asadoma Ditunjuk Jadi Kapolda NTT

Published

on

By

Putra Alor Irjen Johanis Asadoma Ditunjuk Jadi Kapolda NTT

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram (ST) berisi sejumlah rotasi jabatan di lingkungan Polri. Salah satunya penunjukan Irjen Johannis Asadoma yang sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Hubinter Polri diangkat sebagai Kapolda NTT, menggantikan Irjen Setyo Budiyanto.

Sebagaimana Teropongalor.com mengutip dari akun FB Laa Adipapa.

Surat Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nomor : ST/2224/X/KEP/2022, tertanggal 14 Oktober 2022 yang mana tertuang dalam poin delapan: Irjen Pol Drs. Johanis Asadoma, M.Hum. NRP 66010508 Kadivhubinter Polri Diangkat dlm jaabatan baru sebagai Kapolda NTT TTK.

Surat telegram yang tertanggal 14 Oktober 2022 pada poin tujuh juga menyebut Kapolda NTT Irjen Setyo Budiyanto diangkat sebagai Kapolda Sulawesi Utara.

Sumber berita: https://radamuhu.com/2022/10/14/putra-alor-irjen-johanis-asadoma-ditunjuk-jadi-kapolda-ntt/

Continue Reading

Alor

FLOBAMORA dan Pemkab Lutim Bantu NTT

Published

on

By


25 November 2021


Oleh: Parangsula
Editor: Dera Liar Alam
Foto-foto: ‘Terima Kasih Bupati Luwu Timur’ – dari halaman Lomboan atas izin ybs.


Malam hitam, badai mengamuk, korban hanyut, mati, hilang. Lembata diterjang banjir bandang, desa-desa dilalui materi dari Gunung Lewotolo. Tenggelam rumah, jembatan penghubung Flores – Adonara putus, jembatan penghubung Kupang – Malaka, juga hancur.

Drs. Amon Djobo, Bupati Alor, mengapresiasi dan berterimakasih kepada Pemkab Luwu Timur (Lutim) dan Paguyuban FLOBAMORA bersama rombongan, yang telah memberi bantuan kemanusiaan atas bencana Seroja 2021.


TEROPONGALOR.COM BERKENDARA dari Mangkutana, Luwu Timur, sekeluarga Lomboan Djahamou lewati daerah bencana di Palopo, menuju Makassar, lalu terbang ke Kupang, lanjut ke Alor. Hari ini, Kamis, 25 November 2021, sebagaimana disampaikan, “Tanggung jawab bantuan kemanusiaan FLOBAMORA di NTT telah tersalurkan,” demikian petikan pernyataan, Ldj X-napi, nama beken Lomboan.

Sebagaimana pemberitaan di sejumlah media, Paguyuban FLOBAMORA di Luwu Timur bersama Pemerintah Luwu Timur telah memberi bantuan kepada warga NTT di Alor, Adonara, Lembata, dan Kupang yang terdampak Siklon Seroja, April 2021 silam.

Sabtu, 20 November 2021, bantuan untuk Alor diserahkan Nusawati Muler, atas nama Pemkab Luwu Timur, didampingi Petrus Muat, Ketua Paguyuban Flobamora, dan Lomboan Djahamou, Sekretaris Paguyuban Flobamora. Rombongan dan bantuan diterima di Rujab Bupati Alor, oleh Drs. Amon Djobo, Bupati Alor.

Petrus Muat menyampaikan yang mana Pemkab Luwu Timur dan Paguyuban FLOBAMORA turut prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat terdampak siklon Seroja di NTT. “Mohon maaf, bantuan ini agak terlambat karena kesibukan kami dan pemerintah, terutama kendala pandemi Covid-19. Memberi dari kekurangan kami, ini wujud cinta kasih kami kepada semua warga di tanah kelahiran kami,” urai Petrus Muat. Dia menyebut bahwa masyarakat NTT di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, karena bancana Seroja telah menggalang bantuan dari sejumlah pihak, dalam hal ini lewat pemerintah Luwu Timur, berikutnya dari perusahaan pertambangan PT. Citra Lumpia Mandiri. Total bantuan senilai Rp. 130 juta.

Obat-obatan, air minum, dan sejumlah paket bantuan sementara disalurkan pada masyarakat tertampak bencana di NTT.

Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, saat konferensi pers, 05 April 2021, menyampaikan duka citanya atas nama masyarakat Indonesia. Presiden mengimbau institusi pemerintah untuk membantu memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan siklon Seroja.

Ketika bencana mengganas, sejumlah media internasional memberitakan, euronews, sicnoticias.pt, menyebut perkiraan jumlah korban dan akibat bencana. Disampaikan berapa sekolah di perbatasan Indonesia – Timor Leste dievakuasi prajurit TNI sebelum roboh. Polisi di Kefamenanu, dibantu TNI, mengevakuasi sebagian besar penduduk kota akibat banjir di daerah tersebut.

Mengutip Sky News, siklon Seroja merupakan bencana paling merusak yang pernah dialami negara itu selama 40 tahun terakhir. Seperti dituturkan Taur Matan Ruak, Perdana Menteri Timor Leste. (*)

Continue Reading

Alor

Twilight Kampung Seberang

Published

on

By


2020


Oleh: Parangsula


ANAK-ANAK kampung seberang menendang debu, bola emas menggilas tubuh mereka di pematang.

Di sini, berulang-ulang mantera ditambang ditebang ditembangkan: cincin, giwang, kalung, dan gelang, orang-orang di rimba hilang. Teori bimbang, impor keyakinan sebilah sangkur berperang bulan sabit menghunus tandus.

Musim kemarau yang panjang menekur batang-batang jagung, cabe, ubi, pisang, siapa mengenang gerimis. Air menggenang, di sana di Maumere, di Flores, di Sumba, di Timor, di Alor, di Pantar, di Lapan, di Lembata, di Rote, di Sabu Raijua, di Adonara, di Solor, di Ende, di Komodo, di Palue, di ribu nusa lainnya.

Masih ingat nyanyimu, Atoni, Manggarai, Sumba, Solor, Ngada, Timor Leste, Rote, Lio, Alor, Sawu…

Dan di semacam rasa – merindu pulang, kita bersua kekasih dari abad lampau membibirkan dewi dewa haus lapar politik doa panjang-panjang jadi pedang jadi ruang jadi uang jadi perang janji hutang janji usang…

Senja tenggelam, kampung seberang…

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 TeropongAlor.com